Sumatera Utara, – Ketua Jaringan Kemandirian Nasional Sumatera Utara ( DPD) JAMAN SUMUT, Lamhot Rotuah Saragih ST menyoroti prorgam ketahanan pangan Nasional yang di canangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sorotan tajam tersebut disampaikan pada, kamis(9/102025), ia mengatakan karena program tersebut terkesan hanya sebatas seremonial belaka, dimana program ketahanan pangan Nasional yang seharus nya dikerjakan oleh petani justru dikerjakan oleh forkompinda di tiap-tiap daerah degan cara seremonial yang terkesan menghambur-hamburkan uang negara.
Dijelaskan Lamhot, berdasarkan pengamatan nya di lapang seperti contoh di Kabupaten Simalungun dalam program ketahanan Pangan tersebut hanya ajang cari muka yang dilakukan forkompinda terhadap Presiden Prabowo Subianto agar terlihat bekerja.
” Beberapa kali saya melihat program ketahanan pangan tersebut lebih banyak biaya seremonial nya daripada tanaman yang di tanam oleh Forkopinda, seperti contoh nya melakukan penanam menggunakan tratak, kan tidak masuk akal itu,” ujar lamhot tegas.
Ditambahkan nya lagi, bahwa seharus nya tugas pemerintah daerah itu membantu petani dalam rangka mendapatkan bibit gratis, berkualitas dan pupuk murah, bukan justru mereka yang berubah menjadi petani nya, kesal lamhot.
” Pertanyaan nya kalau yang mengerjakan Program Ketahanan pangan itu, polisi, TNI , Kejaksaan dan Pemda terus petani nya mau mengerjakan apa,”
Ia berharap kepada Presiden Prabowo Subianto agar benar-benar mengerjakan program dengan baik, jangan alasan efesiansi anggaran untuk pembangunan tetapi justru menghambur-hamburkan uang untuk acara seremonial yang tidak tepat penggunaan nya.(Jss)




