FTA diyakini membuka peluang besar bagi ekspor dan investasi di sektor energi, pariwisata, hingga infrastruktur.
Jakarta – Pemerintah Indonesia menargetkan penyelesaian Free Trade Agreement (FTA) dengan negara-negara Teluk pada akhir 2025. Menteri Perdagangan menyebut kesepakatan ini akan membuka peluang ekspor baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global, khususnya di sektor energi, konstruksi, dan pariwisata.
Menurut pemerintah, Indonesia berpeluang besar mengekspor komoditas unggulan seperti minyak sawit, batu bara, tekstil, hingga produk makanan olahan ke negara-negara Teluk. Sebaliknya, negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar diharapkan dapat meningkatkan investasi di bidang infrastruktur dan energi terbarukan di Indonesia.
Ekonom menilai FTA ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing Indonesia. Namun, mereka juga mengingatkan pemerintah agar memastikan industri dalam negeri siap bersaing, sehingga produk lokal tidak tergeser oleh impor setelah perjanjian perdagangan bebas diberlakukan.




