Simalungun – Kegiatan pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Simalungun yang diselenggarakan oleh Sarana Konsultan Diklat Nasional terkesan carut – marut, kegiatan yang berlangsung di Parapat pada tanggal 20-22 Oktober tersebut menuai kontroversi dari peserta diklat.
Berdasarkan hasil investigasi tim media pada hari selasa (21/10/2025) dilokasi kegiatan ditemukan sejumlah kejanggalan-kejanggalan yang membuat para peserta merasa kebingungan dengan jadwal kegiatan dan tempat yang berubah-ubah.
Salah seorang narasumber yang merupakan pengurusan KDMP di salah satu Desa di Kabupaten Simalungun kepada tim media ini mengatakan bahwa mereka bingung dengan konsep pelatihan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga ini.
” bingung kita bang, jadwal berubah, tempat pelatihan berubah-ubah, modul pelatihan nya tidak ada, fasilitas pendukung nya juga nggak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan”, Ujar nya.
Ditambahkan nya lagi, bahwa dengan peserta yang digabungkan sebanyak 700an orang di siang hari dan malam di bagi menjadi dua kelompok membuat para peserta tidak maksimal dalam mendengarkan materi nya, selain itu sebagian materi nya juga tidak relevan.
” digabungkan 700 orang bang, materi nya juga ada yang nggak relevan dengan kondisi saat ini”, ujarnya.
Terpisah, Kepala DPMPN Kabupaten Simalungun, Elianto Purba ketika dikonfirmasi Wartatara.com atas dugaan keterkaitan Bupati Simalungun dan keluh kesah peserta Diklat KDMP tidak memberikan tanggapan sampai berita ini diterbitkan.(Apr)




